Category Archives: Jalan-jalan

Visa On Arrival ke Oman

Waktu denger suamiku mau seminar di Oman, dia langsung confirm buat ajak istrinya. Mungkin takut garing kali yaaa di Oman sendirian. Jadilah kita mulai nyari-nyari tiket paling murah termasuk cari info tentang visa. Mulai googling kesana kemari, cari telp kedutaan Oman, dan nanya juga ke steering committee yg ngadain seminar.

Dari semua nya jawabannya sama, visa bisa di bikin dari Jakarta atau pun saat kedatangan disana atau biasa kita kenal dengan Visa on Arrival (VOA). Namun, karena kita ga pede, takutnya sampe airport Oman kita di deportasi, maka kita mulai nanya-nanya ke kedutaan Oman di Jakarta untuk prosedur pembuatan visa di Jakarta.

Pertama suami udah telp, tapi dia bilang ga jelas nih info nya. Maka disuruh lah saya buat telpon juga. Telpon pertama gagal karena orang yang berurusan dengan visa tidak di tempat. Satu jam kemudian saya menelpon lagi, aha…. ternyata baru ngerti kenapa suamiku bilang info nya ga jelas. Ternyata si orang yg nerima telpon nya ga ngerti saat ditanya-ditanya. Saat saya telpon, dia cuman bilang aku disuruh masuk ke web http://www.rop.gov.om/. Lalu saya disuruh isi aplikasi disitu, dan menunggu persetujuan dari kedutaan. Jika sudah mendapat persetujuan, saya disuruh datang ke kedutaan Oman di Jakarta untuk di cap passport nya dan bayar 700 ribu rupiah.

Ketika saya masuk ke dalam web tersebut dan mulai mengisi daftar isiannya, saya menemukan kesulitan untuk menulis data sponsor yang mengundang, karena saya datang sebagai turis. Begitu pula dengan suami, yang walaupun diundang namun sponsor yg mengundang bukan bertempat tinggal di Oman. Akhirnya telpon balik ke kedutaan Oman di Jakarta. Again, doi lagi yang angkat telpon dan saya mulai bertanya bagaimana saya harus mengisi data isian tersebut.  Sungguh mengecewakan orang tersebut tidak mengerti apa-apa dan malah berulang kali hanya bilang “sudah isi saja data yang diminta atau bikin aja visa saat tiba di Oman”, bahkan dengan nada yang tidak menyenangkan (mungkin ini saya yang terlalu sensitif kali yaaaa). Lah, gimana mau mengisi, saya ini ga paham, mau nanya malah dijawab begitu.  Akhirnya daripada ribut saya tutup telponnya

Sepakat dengan suami kita berangkat tanpa visa, karena hasil googling sebagian besar mengatakan untuk ke Oman bisa dengan Visa on Arrival. Saat check in di Soekarno-Hatta sempat ditanya apakah kami tidak punya visa, dan saya bilang bahwa bisa dengan visa on arrval. Setelah petugas tersebut mengecek ulang, diinfokan bahwa ternyata bisa Visa on Arrival dan tinggal bayar saja sesampai di bandara Oman.

Setelah transit di Qatar selama 4 jam, akhirnya tibalah kami di Muscat International airport, Oman. Turun dari bandara, saya menuju counter Travelex. Di counter ini kita bisa membeli visa sekaligus menukar uang. Untuk visa turis selama 10 hari hanya membayar 5 real Oman, dan 30 hari membayar 20 real Oman. huaaa ternyata jauh lebih murah dan pastinya mudah sekali prosesnya. setelah membayar 5 real Oman saya mendapat struk. lalu saya tinggal menunjukkannya ke bagian imigrasi untuk di cap passport nya.

Welcome to Muscat, Oman !

muscat

Ika Merseana | facebook: Ika Merseana | www.penghasilanbunda.com | ikamerseana.wordpress.com | 08161409698 |
~bunda yg punya penghasilan tambahan sambil online~